Kanker,  Kanker Darah

Kabar Gembira! Obat yang Bisa Sembuhkan Kanker Darah Kini Telah Ditemukan dengan Persentase Sampai 97%

KANKER.NEWS, JAKARTA – Vaksin merupakan salah satu cara yang efektif bagi kalian untuk terhindar dari penyakit dalam yang berbahaya, misalnya saja kanker. Beberapa kasus dari penyakit kanker, terutama kanker darah, gejalanya sering kali tidak terlalu tampak dengan mata secara langsung
Banyak juga jenis-jenis penyakit kanker ganas / jinak yang belum ada vaksinasi khususnya. Namun, kini para pasien yang menderita kanker darah dapat merasa tenang tanpa di beri harapan palsu lagi. Sebab vaksin untuk menyembuhkan kanker darah kini telah berhasil ditemukan dengan harapan dapat sembuh sebesar 97%.
Akan tetapi, apakah vaksin tersebut sudah ada dan apakah sudah bisa untuk digunakan pada manusia? Kapan vaksin tersebut akan beredar?
Vaksin kanker darah ini memang sudah diuji dan terbukti mampu menyembuhkan penyakit kanker darah pada tikus 97%. Pasien yang telah menerima pemberian vaksin ini mengaku dapat sembuh karena terdapat 2 obat yang mampu mengobati penderita kanker darah.
Hal ini diharapkan dapat membantu merubah tingkat resiko kanker darah di kalangan masyarakat. Di Amerika Serikat, ada sekitar 1,7 juta jiwa yang rata-rata merupakan pasien pengidap kanker darah. Dikutip dari dailymail.co.uk, Dr. Ronald Levy asal Stanford University mengatakan, Ia dan timnya merasa kesulitan karena mereka tidak pernah puas dalam mengungkap solusi yang tepat untuk pengobatan penyakit kanker. Rincian dari vaksin tersebut juga saaat di uji oleh 2 studi ternayata waktu radiasinya tidak jelas.
Ketersediaan obat yang telah ditemukan itu pula masih belum mempunyai titik terang. Menurut seorang peneliti, bernama Erik Marklund dari Universitas Uppsala, menuturkan, Ia dan tim telah melakukan simulasi dengan enzim menggunakan beberapa lipid untuk jangkar pada membran dan yang terjadi adalah enzim itu melipat ke adaptor serta mengangkat substrat alami.
Dengan mempelajari skema serta mekanisme asli target dari kanker, kemungkinan besar bisa membantu mereka untuk merancang terapi baru lagi yang cenderung lebih efektif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *