Kanker Serviks

Kabar Gembira! Penyakit Kanker Serviks Kini Pencegahannya Tidak Sulit

KANKER.NEWS, JAKARTA – Kanker serviks / kanker leher rahim adalah pembunuh nomor 2 bagi para perempuan, termasu perempuan di Indonesia. Menurut data, setiap tahun ditemukan 528.000 kasus baru kanker jenis ini menimbulkan kematian sebanyak 266 ribu dan sepertiganya berada di Asia Tenggara.
 
Kanker leher rahim adalah salah satu problematika bagi perempuan Indonesia. Keganasan dari kanker ini pencegahannya belum maksimal.
Dr. Ferry Dharmawan MD, Obgyn, mengatakan, banyak sekali yang mau berbicara tentang perihal penyakit ini. Namun, kesadaran akan deteksi dini kanker serviks semakin ada peningkaatan. Beberapa metode, yakni Infeksi Visual Asam Asetat (IVA), tes DNA dan Pap Smear menjadi alternatifnya. Hasilnya pun cukup positif.
Dr. Ferry menuturkan, 99,9% penyebab dari kanker leher rahim merupakan virus Human Pavilloma Virus (HPV). Virus tersebut bertipe onkogenik nomor 16 dan 18 yang tergolong ganas. Tidak hanya pada serviks saja, HPV dapat menghampiri organ tubuh lain, bahkan otak. Maka dari itu, pencegahan terbaik ialah menngadakan vaksinasi HPV. Vaksin itu cukup manjur demi pencegahan kanker serviks.
Pelaksanaan vaksinasi  juga harus dilakukan di klinik kesehatan / rumah sakit terdekat.
Dr. Ferry sudah 12 tahun menjajaki  di dunia kesehatan digital dan Ia merasa harus ada perubahan sebab selama ini hanya berkomunikasi dengan satu arah. “Perlu adanya kesehatan yang bersistem deliver agar bisa mempermudah pasien yang membutuhkan.
Tidak cuma vaksinasi HPV, ada juga aplikasi kesehatan yang dapat diunduh di situs www.prosehat.com, lewat ponsel / gadget Android dan iOS menyediakan vaksinasi lain yakni, vaksinasi flu 3-strain, vaksinasi thypoid, vaksinasi imunisasi untuk anak dan vaksinasi meningitis.
 
Layanan vaksinasi langsung ke rumah baru mencankup pada kota Jakarta dan sekitarnya dengan dukungan belasan dokter sebagai vaksinator unutuk pasien / penderita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *