Kanker

Kanker Dapat Sembuh Dengan Photodynamic Therapy

KANKER.NEWS, JAKARTA – Beberapa orang yang memiliki penyakit kanker mengupayakan berbagai cara untuk melakukan pengobatan kanker agar dapat sembuh. Misalnya, dengan melakukan operasi bedah, kemoterapi, radioterapi maupun berbagai macam pengobatan kanker lainnya yang ada di dunia. Banyak orang yang belum mengerti pengobatan kanker yang paling efektif dengan cara terapi atau nama lain yaitu photodynamic therapy atau biasa di singkat dengan PDT.
PDT sendiri memiliki 2 tahap atau komponen penting, antara lain sumber cahaya yang mampu memancarkan sinar cahaya yang sangat panjang dan memiliki gelombang yang dapat masuk ke dalam kulit serta photosensitizer nya atau zat tersebut di masukkan atau di injeksikan ke pasien yang nanti nya akan mengalami reaksi dari sinar cahaya yang sudah di pancarkan.
Dari itu semua PDT adalah sebuah zat yang bernama verteporfin yang memiliki keakuratan yang di pancarkan dari dalam PDT dengan panjang gelombang 689 nm.
Fungsi yang dimiliki PDT sendiri sangat banyak manfaat seperti terapi akan tetapi beda dengan terapi yang pada umumnya. PDT memberikan sebuah zat yang telah di hasilkan dari sinar cahaya yang di pancarkan. PDT memiliki cara kerja yang sangat unik.
Dibawah ini cara kerja dari terapi PDT :

  • Pasien yang sudah di injeksi dengan photosensitizer di bagian tubuh yang memiliki sel kanker. Maka lokasi tersebut yang nanti nya akan di cek terlebih dahulu lokasi yang paling tepat untuk di sinari cahaya dengan gelombang tersebut. Jika laser yang sudah di pancarkan cahaya dengan ukuran gelombang 689 nm ke bagian sel kanker. Maka photosensitizer akan memberikan serapan energi cahaya ke tubuh. Dari cahaya tersebut itulah adalah Foton.
  • Ketika atom-atom photosensitizer yang telah mencapai tingkat dasar dari sinar cahaya tersebut maka akan mengalami sebuah tereksitasi. Dari reaksi tersebut akan terjadi adanya molekul-molekul di sekitarnya akan menghasilkan Cytotoxic Reactive Oxygen Species (ROS). ROS sendiri mengakibatkan beberapa sel-sel yang sudah di injeksikan akan mengalami photosensitizer yang terus berkelanjutkan dan mengalami nekrosis dan apostosis.
  • Apoptosis di sebut sebagai kematian sel yang sudah terprogram dari manfaat itu dapat membuang sel yang sudah mati atau sel ¬†yang sudah tidak di perlukan di dalam tubuh akan di buang atau di hancurkan. Untuk Nekrosis seperti sel yang mengalami kerusakan atau sudah mengalami kematian sel yang telah di sebabkan dari pencernaan komponen sel yang kurang teratur atau sel yang kurang baik akan lemah.
  • Dari terapi yang ada untuk pengobatan kanker. Metode pengobatan kanker yang sudah paling menjanjikan pada masa akan datang yaitu PDT. karena efek yan di hasilkan tidak terlalu besar dan tidak berbahaya bagi tubuh. Dari efek samping terkecil hanya ketika sel-sel yang tidak teratur akan hancur di sebabkan oleh nekrosis sel. PDT sendiri tidak bisa mengancam kesehatan si pasien.
  • Ketika seseorang yang melakukan terapi kemoterapi memiliki dampak efek samping yang sangat kurang baik dan banyak orang yang tidak suka karena bisa mengakibatkan rambut rontok dan menghasilkan gangguan pencernaan, dan tidak hanya itu sel darah putih yang ada di tubuh akan mengalami penurunan dan untuk sel darah merah bisa mengalami anemia.

Kesimpulan PDT sangat memiliki fungsi yang efisien untuk pengobatan kanker dan tidak menimbulkan efek samping yang sangat besar bagi tubuh si pasien jika melakukan terapi.
Minus pada PDT sendiiri terdapat pada photosensitizer yang memiliki sifat yang hidrofobik yang sangat sulit larut.
Setiap beberapa dekade penyembuhan kanker terus mengalami revolusi atau pembaharuan yang mampu mengurangi resiko efek samping yang ada. Agar pasien dapat merasa tenang jika melakukan terapi pengobatan kanker.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *