Kanker

Mengejutkan! Seorang Remaja Muda Berhasil Temukan Racun Kalajengking Penawar Kanker Payudara

KANKER.NEWS, JAKARTA РApakah kalian tahu? Berapa harga racun kalajengking? Dan berapa harganya jika ingin membeli per liter?  Jarganya sangat fantastik, lho!
Sebesar Rp. 145 milliar adalah harga per liter venom kalajengking / racun kalajengking. Harga yang terbilang sangat mahal itu dikarenakan manfaat yang ada pada racun tersebut sangat luar biasa di kalangan medis.
Kalajengking memakai peptida / racun sebagai alat pertahanan hidup dari serangan lawannya. Dikutip dari askabiologist.asu.edu, racun kalajengking mempunyai rantai protein yang amat kecil, yaitu chlorotoxin. Chlorotoxin ini dapat melemahkan lawan dari kalajengking dengan cara mematikan dan menghentikan sel.
Hal itulah yang membuat para ahli tertarik untuk mencari tahu lebih dalam tentang fungsi yang sebenarnya dari peptida, khsusunya sebagai pembunuh sel kanker. Bahkan, yang tidak kalah mengejutkan lagi, kasus tumor otak yang cenderung rumit, venom kalajengking bisa membantu mematikan sel kanker serta dapat juga menjadi petunjuk dimana tumor kanker tersebut bersarang.
Beberapa spesies kalajengking yang terkenal dengan keganasannya adalah Blue Scorpion, Chinese Golden Scorpion dan Israeli Scorpion. Para ahli menjanjikan pengembangan spesies-spesies ganas itu di dunia kedokteran.
Menurut seorang ilmuwan, rhopalurus junceus / kalajengking biru merupakan spesies terganas serta masuk dalam spesies kalajengking yang sangat baik di bidang pengobatan, termasuk untuk kanker.
Perlu kalian ketahui, penemu pertama kali pengembangan venom kalajengking ini adalah seorang remaja muda berumur 17 tahun yang bernama Demetrio Rodriguez Fajardo. Dilansir dari Tribunbatam.id, Demetrio berhasil menemukan obat tersebut sekitar 4 tahun yang lalu serta langsung menguncang dunia medis di seluruh dunia.
Pria muda asal Mexico ini sekarang masih berumur 21 tahun dan tercatat sebagai mahasiswa tingkat doktoral di Fakultas Kedokteran Universitas Guadalaraja, Mexico. Demetrio menggunakan rantai protein pada racun kalajengking sebagai obat penyembuhan kanker payudara.
Namun sebenarnya, jauh sebelum Demetrio menemukan khasiat dari venom kalajengking, racun itu sudah dipakai sejak lama oleh masyarakat di Kuba untuk meredakan rasa sakit serta anti-inflamasi.
Ada juga seorang profesor bernama Dipanjam Pan asal Washington University berhasil menemukan 1 jenis peptida kecil yang disebut TsAP-1. Zat ini ditemukan pada hewan kalajengking kuning Brazil (Tityus serrulatus) yang berpotensi menemukan sel kanker serta mikroba pada sel otak secara langsung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *