Kanker Pada Wanita,  Kanker Payudara

Onkoplastik, Teknik Bedah Pemberi Harapan Hidup Bagi Penderita Kanker Payudara

KANKER.NEWS, JAKARTA – Penyakit kanker selalu jadi topik perbincangan hangat di kalangan para medis karena penyakit ini merupakan jenis penyakit yang sangat mematikan, terlebih jenis kanker yang sering menyerang para wanita, yakni kanker payudara.
Menurut catatan dari Cancer Biology & Medicine 2014, jumlah kasus kanker yang ada di Indonesia mencapai 19.750 kasus. Angka tersebut pun diperkirakan akan ada peningkatan. Dan dari seluruh penyakit ganas yang sudah merenggut nyawa masyarakat Indonesia, kanker payudara masuk di peringkat 2 setelah penyakit stroke.
Bagi kalian yang berobat ke rumah sakit karena sudah terserang kanker payudara, hal itu bisa membuat kalian kehilangan nyawa. Sebab, pada umumnya, penyakit kanker jenis ini boleh bisa terdeteksi ketika telah memasuki stadium lanjut.
Ahli bedah payudara, bernama Alfiah Amiruddin mengatakan, operasi pengangkatan payudara / mastektomi menjadi hantu bagi para pasien kanker payudara. Beliau juga menambahkan, zaman dahulu banyak sekali orang yang takut ke rumah sakit dengan alasan tidak mau menjalani mastektomi. Menurut beliau, pasien yang mengidap kanker payudara harus mendapatkan penjelasan yang lebih detail perihal alternatif penyembuhan lewat operasi. Alternatif tersebut yang kini sudah ada adalah breast oncoplastic surgery (BOC). Teknik operasi ini tidak akan membabat habis payudara pasien saat pengangkatannya karena yang akan dibuang dari tubuh penderita tumor kankernya. Teknik operasi ini pun sudah cukup lama,  jadi bukanlah hal baru lagi.
Namun, sebelum mengambil tindakan operasi itu, perlu dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu pada pasien, sebab tidak semua kasus penyakit kanker diobati dengan metode onkoplastik.
Penjelasan dari beliau, diperlukan pula pencarian treatment yang cocok bagi pasoen penderita penyakit kanker payudara.
Seorang dokter dari jurusan bedah Fakultas Kedokteran UGM, bernama Teguh Aryandono, mengungkapkan, rata-rata umur muda sekitar 35-44 tahun sudah bisa terserang kanker payudara dan dapat menurunkan rasa percaya diri, mengingat segi penampilan masih harus di jaga.
Dalam presentasinya, Beliau mengatakan, metode bedah ini sangatlah baik dilakukan karena dapat memperbaiki kualitas hidup dari pasien. Meskipun teknik operasi / pengobatan semakin dimumpuni, baik Alfiah maupun Teguh menegaskan bahwa pendeteksian kanker sejak dini sangat penting sekali untuk dilakukan agar tercipta suatu riset kolaboratif perihal deteksi awal kanker.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *